MERINDUKAN NASEHAT AYAH
Biasanya kita merindu saat kita sedang mengalami kesibukan yang
teramat sangat atau mengalami luangnya waktu yang terlalu santai.
Kerinduan akan apapun yang sebaliknya dari yang kita alami sekarang.
Semisal saya sedang bersantai hari-hari pagi, rindu rasanya sibuk di
hari pagi. Tapi saat sibuk di hari-hari pagi, ingin rasanya meringkuk di
dalam selimut. Kerinduan tercipta dari keadaan sebaliknya yang kita
alami. Begitu juga kerinduan terhadap ayah.
Apa yang paling kamu rindukan tentang ayahmu? Jawabanku? Hm… bersamanya. Sekarang memang jauh darinya karena merantau. Hingga hanya SMS atau telpon saja cara untuk menghapus kerinduan. Walau terkadang tidaklah mempan dan kerinduan itu datang lagi. Merindu bersama ayah, bisa bercanda, bisa tertawa, atau sekedar mendengar nasihat dan pengalaman masa lalunya tentang kehidupan.
Rindu dengan Sosok Fisiknya
Suara, bentuk wajah, tinggi badan, senyuman, adalah contoh sosok
fisik dari ayah. Sosok fisik merupakan yang kita kenal dari panca indra.
Kerinduan pada sosok fisiknya dikarenakan kita sudah jarang bertemu,
hadir bersama sosoknya atau memang kita tidak dapat lagi duduk
berbincang, bertatapan dan bercengkrama. Kerinduan sosok ayah adalah
yang pertama paling kita rasakan. Terlebih lagi jika kita telah lama
kehilangannya. Karena waktu juga mempengaruhi kita merindu bersama ayah.
Semakin lama terpisah, semakin lama kita jauh dengan ayah maka
kerinduan akan dirinyapun semakin sering terjadi.
Rindu dengan Kenangan Dirinya
Sosok fisik hanyalah satu dari sekian banyak yang bisa kita rindukan
tentang ayah. Sedangkan kumpulan dari sosok fisik yang tergabung bersama
kejadian dimasa lalu dinamakan kenangan. Kita mengenang ayah dari sosok
fisiknya lalu dari peristiwa yang pernah kita lalui bersamanya.
Kerinduan ini hadir tidak sesering kerinduan sosok fisiknya. Karena
butuh kejadian yang banyak dan berkesan, kejadian baik atau buruk
bersama ayah untuk dapat membangkitkan kerinduan akan kenangan yang ada.
Sayangnya tidak semua orang bisa merasakan kerinduan akan hal ini.
Terlebih bagi mereka yang jarang meluangkan waktu bersama ayah atau
memang ayah telah lebih dulu pergi sebelum terciptanya kejadian yang
berkesan bersama-sama.
Rindu dengan Pesan dan Nasihatnya
Kerinduan ketiga yang terakhir bisa dibahas adalah tentang rindu akan
pesan dan nasihatnya. Ayah adalah orang yang paling bijak yang bisa
memberi nasihat kepada sang anak. Karena dipastikan dalam hidup anak
melakukan kesalahan. Maka dengan bijak ayah akan memberikan nasihat
kepada kita agar tidak lagi melakukan kesalahan yang sama. Kerinduan
akan pesan dan nasihat ayah terjadi saat kita mengalami himpitan atau
kesulitan dalam kehidupan. Kita merindukan pesan dan nasihat ayah karena
kita tidak bisa secara langsung meminta saran pada ayah akan apa yang
terjadi pada kita. Semisal tentang belajar di kuliah yang tak kunjung
selesai, lalu pekerjaan yang tak kunjung membuat kita bahagia, atau
pasangan yang tak kunjung kita temukan untuk menjalin rumah tangga.
Kesulitan-kesulitan hiduplah yang membuat kita mengenang lagi kerinduan
akan pesan dan nasihat ayah.
Dari ketiga kerinduan diatas, apa yang paling kamu rindukan tentang
ayah? Bagiku, aku sendiri merindukan pesan dan nasihatnya. Saat ini
hidup memang cenderung begitu sulit dihadapi, tapi merindu pesan dan
nasihatnya serta mengingat pesan dan nasihatnya yang pernah dikatakan
ayah membuatku kuat. Tentu tidak setiap hari aku bisa curhat padanya,
tidak setiap hari aku juga bisa mendapatkan dukungan, saran, dan
nasihatnya. Semua harus dijalani sendiri dengan mandiri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar