Rabu, 05 Agustus 2015

  • sahabat-sahabat ku 











 
 Keluarga KekuatanKU !

Di mana aku akan berpijak, dimana aku akan mengeluh, dimana aku akan tersenyum, di sanalah iaitu di rumah yang mendekatkan aku dengan keluarga  kerana di situlah hati aku akan berbicara dari segala masalah yang dihadapi, keluarga adalah suatu anugerah bagi aku kerana tanpa mereka tiadalah aku disini, terutama ibu bapa aku maka bagi aku keluarga adalah segalanya, kita tidak akan boleh mengetahui segala hal tanpa bantuan mereka, terutama ibu bapa yang sentiasa membimbing aku sampai sekarang dengan penuh kasih sayang, cuba kita renungkan apabila ibu bapa  kita meninggal dunia betapa sedihnya diri ini apabila mengingat semasa hidupnya yang selalu membimbing kita , dunia ini akan terasa hampa tanpa keberadaan mereka semua, seringkali kita memikirkan diri sendiri tanpa memikirkan mereka yang selalu memikirkan kita, jadikanlah mereka pendorong kita untuk menggapai cita-cita kita, dan ingat satu hal apabila kita tersenyum bahagia dan mencapai keberhasilan menggapai cita-cita yang kita inginkan, di belakang kita ada yang tersenyum sangat bahagia melebihi kebahagian kita, itulah mereka, itulah pembimbing kita semasa kecil hingga dewasa, itulah keluarga, terutama ibu kita.



Orang-orang yang aku sayang





Ungkapan Kasih Sayang Kepada Orang Tua

ibu kau telah mengandungku
senyummu yang manis membuatku senang
jika aku berbuat salah tapi tidak minta maaf
maafknlah aku
ibu kau telah menemaniku sepanjang masa
ibu kasihmu sepanjang masa
tiada henti kau menemaniku waktu masih kecil



bu kasih sayangmu luar biasa
tidak ada yg bisa menyaingi kasih sayangmu...
dari dalam kandungan kau merawatku
melahirkan aq dengan penuh perjuangan
menjaga aq siang dan malam
hingga kini aq sudah berumur 5th
setiap hari ibu mengantar kesekolah
tanpa mengenal lelah mengajariku membaca dan menulis
walaupun aq nakal tp ibu tetep sayang...
ibu maafkan segala kesalahanku...
I LOVE YOU...
cuma kata itu yg bisa aq sampaikan padamu ibu...



KERJA KERAS ORANG TUA: DEMI ANAK ATAU DEMI ORANG TUA? - See more at: http://ngainun-naim.blogspot.com/2013/07/kerja-keras-orang-tua-demi-anak-atau.html#sthash.9ysOnIRG.dpuf
KERJA KERAS ORANG TUA: DEMI ANAK ATAU DEMI ORANG TUA? - See more at: http://ngainun-naim.blogspot.com/2013/07/kerja-keras-orang-tua-demi-anak-atau.html#sthash.9ysOnIRG.dpuf

Perjuanganmu ibu….

 Beberapa peristiwa yang kualami menggerakkan hatiku untuk menuliskannya dalam blog-ku ini. Yah, perjuangan seorang ibu yang tak kenal lelah….

Peristiwa 1:
Hari itu tepatnya hari sabtu ketika aku mo pergi ke kantor (rajin banget peh???he..he.tapi cuman bentar kok.), aku bertemu tetangga sebelah rumah. Ibu2…yang udah cukup berumur. Dah beberapa hari aku tidak melihatnya. Lalu dengan spontan kutanyain,” kok ga pernah kelihatan Bu???.”. Ibu itupun menjawab “ Iya, dah 2 hari ini Ibu kerja di kateringan orang nikah, maklum Rio(anak bungsunya) kan dah kelas 3 SMA, jadi kerjaan apa aja Ibu lakukan asal Rio bisa sekolah”. Oh iya, sebagai catatan, Ibu itu janda, suaminya dah meninggal beberapa tahun yang lalu. Subhanallah…pikirku saat itu, perjuangan Ibu memang subhanallah…

Peristiwa 2:
Siang hari di hari yang sama. Yap, hari itu adalah jadwalku untuk ikut pengajian. Hari yang lumayan mendung siang itu. Pukul 14.00 siang aku nyampe tempat tujuanku. Hore..aku ketemu sama temen2ku lagi. Eh, tapi hari ini aku ketemu seorang temen yang subhanallah. Yap, dalam keadaan hamil 9 bulan, temenku ini msh mau untuk datang menimba ilmu (tinggal nunggu hari anaknya mo lahir kan??). Wah, subhanallah banget. Jadi banyak belajar dari calon ibu yang satu ini…yap, calon ibu soale ini adalah kehamilan yang pertama. Setelah acara selesai, aku sempat ngobrol dengan temanku ini dan juga ibu yang lain. Yah, obrolan tentang kehamilan…he..he..
Disitu banyak cerita tentang persiapan melahirkan, dari suntikan vitamin yang rasanya minta ampun sakitnya sampai gimana sakitnya melahirkan…
Oh, perjuanganmu Ibu….Subhanallah..

Peristiwa 3:
Ini peristiwa yang menyangkut keluargaku. Yah, Ibuku…ibuku tersayang..yang tak pernah lelah berjuang demi anak2nya. Inilah kata2 yang terlontar dari ibuku 2 hari yang lalu…” Mbak, Ibu mo ngambil pensiun dini aja, biar bisa ngurus dan jagain adek”. Sempat kaget aku mendengar kata2 Ibuku ini, tapi dengan tersenyum aku berkata “Ya udah mi..ambil aja”.Yah, perjuangan ibuku yang tak kenal lelah njagain adekku yang hingga kini msh terbaring di rumah sakit. Sejak 6 bulan yang lalu dah 4x adekku keluar msk rumah sakit. Dengan sabar Ibuku selalu disisi adekku….
Love u mi….Love u much…
Maaf kalo anakmu ini belum bisa membahagiakanmu, belum bisa menjadi anak yang bisa dibanggakan..tapi yang pasti mbak akan berusaha untuk selalu menjadi anak yang berbakti…love u much…

Yah, sekedar tulisan aja…tapi moga bisa diambil hikmahnya. …


Selasa, 04 Agustus 2015

MERINDUKAN NASEHAT AYAH

Biasanya kita merindu saat kita sedang mengalami kesibukan yang teramat sangat atau mengalami luangnya waktu yang terlalu santai. Kerinduan akan apapun yang sebaliknya dari yang kita alami sekarang. Semisal saya sedang bersantai hari-hari pagi, rindu rasanya sibuk di hari pagi. Tapi saat sibuk di hari-hari pagi, ingin rasanya meringkuk di dalam selimut. Kerinduan tercipta dari keadaan sebaliknya yang kita alami. Begitu juga kerinduan terhadap ayah. yang paling dirindukan tentang ayah



Apa yang paling kamu rindukan tentang ayahmu? Jawabanku? Hm… bersamanya. Sekarang memang jauh darinya karena merantau. Hingga hanya SMS atau telpon saja cara untuk menghapus kerinduan. Walau terkadang tidaklah mempan dan kerinduan itu datang lagi. Merindu bersama ayah, bisa bercanda, bisa tertawa, atau sekedar mendengar nasihat dan pengalaman masa lalunya tentang kehidupan.



Rindu dengan Sosok Fisiknya

Suara, bentuk wajah, tinggi badan, senyuman, adalah contoh sosok fisik dari ayah. Sosok fisik merupakan yang kita kenal dari panca indra. Kerinduan pada sosok fisiknya dikarenakan kita sudah jarang bertemu, hadir bersama sosoknya atau memang kita tidak dapat lagi duduk berbincang, bertatapan dan bercengkrama. Kerinduan sosok ayah adalah yang pertama paling kita rasakan. Terlebih lagi jika kita telah lama kehilangannya. Karena waktu juga mempengaruhi kita merindu bersama ayah. Semakin lama terpisah, semakin lama kita jauh dengan ayah maka kerinduan akan dirinyapun semakin sering terjadi.

Rindu dengan Kenangan Dirinya

Sosok fisik hanyalah satu dari sekian banyak yang bisa kita rindukan tentang ayah. Sedangkan kumpulan dari sosok fisik yang tergabung bersama kejadian dimasa lalu dinamakan kenangan. Kita mengenang ayah dari sosok fisiknya lalu dari peristiwa yang pernah kita lalui bersamanya. Kerinduan ini hadir tidak sesering kerinduan sosok fisiknya. Karena butuh kejadian yang banyak dan berkesan, kejadian baik atau buruk bersama ayah untuk dapat membangkitkan kerinduan akan kenangan yang ada. Sayangnya tidak semua orang bisa merasakan kerinduan akan hal ini. Terlebih bagi mereka yang jarang meluangkan waktu bersama ayah atau memang ayah telah lebih dulu pergi sebelum terciptanya kejadian yang berkesan bersama-sama.

Rindu dengan Pesan dan Nasihatnya

Kerinduan ketiga yang terakhir bisa dibahas adalah tentang rindu akan pesan dan nasihatnya. Ayah adalah orang yang paling bijak yang bisa memberi nasihat kepada sang anak. Karena dipastikan dalam hidup anak melakukan kesalahan. Maka dengan bijak ayah akan memberikan nasihat kepada kita agar tidak lagi melakukan kesalahan yang sama. Kerinduan akan pesan dan nasihat ayah terjadi saat kita mengalami himpitan atau kesulitan dalam kehidupan. Kita merindukan pesan dan nasihat ayah karena kita tidak bisa secara langsung meminta saran pada ayah akan apa yang terjadi pada kita. Semisal tentang belajar di kuliah yang tak kunjung selesai, lalu pekerjaan yang tak kunjung membuat kita bahagia, atau pasangan yang tak kunjung kita temukan untuk menjalin rumah tangga. Kesulitan-kesulitan hiduplah yang membuat kita mengenang lagi kerinduan akan pesan dan nasihat ayah.
Apa yang paling kamu rindukan tentang ayah

Dari ketiga kerinduan diatas, apa yang paling kamu rindukan tentang ayah? Bagiku, aku sendiri merindukan pesan dan nasihatnya. Saat ini hidup memang cenderung begitu sulit dihadapi, tapi merindu pesan dan nasihatnya serta mengingat pesan dan nasihatnya yang pernah dikatakan ayah membuatku kuat. Tentu tidak setiap hari aku bisa curhat padanya, tidak setiap hari aku juga bisa mendapatkan dukungan, saran, dan nasihatnya. Semua harus dijalani sendiri dengan mandiri.

 Merindukan belaian ibu




Ibu,, saya merindukanmu .. Saya butuh belaian, pelukan, kecupan darimu.. Butuh sebuah kata-kata yang membuat aku kuat lagi untuk menjalaninya 



 CARA MEMBUAT ORANG TU SENANG DENGAN KITA

Terkadang kita sebagai anak selalu menyusahkan orang tua, mungkin ada anak yang sampai bingung apa yang harus dilakukan untuk membuat orang tuanya bahagia. Ini ada beberapa cara membuat Orang Tuamu Bahagia : 

1. Jangan berkata “ah , nanti ,terserah , udah napa” kepada ibu

2. Bangunlah pagi hari dan sapa mereka dengan senyuman

3. Bantulah pekerjaan rumah mereka

4. Rapihkan meja dan Cucikan piring kotor mereka setelah mereka selesai makan

5. Cium tangan mereka ketika hendak atau sepulang dari berpergian

6. Selalu ucapkan salam

7. Jangan membentak mereka

8. Jangan membuat mereka menangis

9. Makanlah dengan lahap masakan ibumu dan jangan ragu memuji kelezatannya

10. Panaskanlah setiap pagi kendaraan mereka sebelum mereka berangkat bekerja

11. Ajak mereka bicara

12. Hiburlah mereka

13. Semangati mereka karena baginya kau lah api semangat dalam kehidupannya

14. Jadilah penenangnya ketika mereka bersedih

15. Jadilah pelindungnya saat mereka berada dalam bahaya karena saat kau masih kecil mereka mati-matian menjagamu

16. Jadilah kebanggaannya dengan prestasi yang kau punya

17. Buatkan minuman saat mereka pulang kerja

18. Sambut mereka dengan Keceriaan, karena mereka suka jika tau kau senang saat mereka pulang

19. Tanpa disuruh pijatlah kedua kaki mereka, karena bagian kakilah yang terasa sangat lelah setelah seharian bekerja

20. Share kejadian sehari-hari yang kau alami sehingga mereka merasa muda kembali saat mengingat kembali masa muda mereka yang mungkin saat ini kau alami

21. Jangan pelit kepada mereka (terutama uang), karena bagaimanapun semua jasa mereka tidak ternilai dengan uang sebanyak apapun

22. Jangan membantah mereka, karena biasanya mereka akan marah dan tanpa sadar semakin bertambah tua

23. Turuti nasihat mereka, karena sesungguhnya mereka merasa tenang saat kalian menuruti nasihat mereka